5. MODUS PENIPUAN SEBAGAI PIHAK RUMAH SAKIT
Modus ini pernah terjadi. Pelaku melakukan penipuan dengan cara menelpon tempat tinggal orang tua saya. Dengan berpura-pura rekan ayah saya yang bekerja di Jakarta, pelaku mulai mencari informasi dengan membuka obrolan singkat yang intinya sedang bertanya tentang keluarga saya. Pelaku mengaku sedang bekerja di Jakarta, menanyakan kabar ayah saya, menanyakan anaknya yang kuliah di Jakarta siapa namanya, dimana ia tinggal, berapa nomor teleponnya dan lain-lain. Karena berhubung keluarga saya orang yang ramah, ibu saya menjawab apa adanya. Ternyata dari sinilah masalah dimulai. Seminggu berikutnya, rumah saya di telepon oleh seseorang yang mengaku dari RS di Jakarta. Mereka memberitahu bahwa kakak saya yang di Jakarta mengalami kecelakaan, dan harus dioperasi. Mereka butuh uang untuk melaksanakan operasi. Kondisi kakak saya parah dan tidak sadarkan diri.
Kami sekeluarga panic, kemudian kami berusaha menelpon Kakak saya tersebut di Jakarta. Ternyata hpnya tidak aktif. Kepanikan keluarga kami menjadi-jadi. Kami tidak dapat berpikir jernih lagi. Kakak perempuan saya mulai berpikir untuk mentrasfer uang, saat itu pelaku meminta 10 juta rupiah. Tapi berhubung tidak ada, kakak perempuan saya bilang setengah nya saja dahulu sisanya setelah operasi. Pelaku mengiyakan. Mungkin tuhan masih sayang sama keluarga kami, tiba-tiba kakak perempuan saya tersebut membuka HPnya dan menemukan nomor kawan kos kakak saya yang di jakarta. Setelah dihubungi, ternyata kakak saya di Jakarta tersebut sedang tidur dan tidak mengalami kecelakaan. HP kakak saya memang tidak aktif karena, ada telepon yang mengaku dari pihak kepolisian bahwa nomor telepon kakak saya tersebut digandakan pelaku pengedar narkoba. Oleh sebab itu, pelaku yang mengaku anggota kepolisian tersebut meminta untuk HPnya dimatikan sampai pukul 12.00 WIB dengan tujuan untuk melacak keberadaan pengedar narkoba tersebut. Mungkin itulah celahnya untuk menipu kami
Kurang ajar, ternyata penipuan sedang kami alami. Setelah tahu, saya telepon balik nomor yang menelpon kami tadi, setelah saya tanyakan apakah ini RS X, dia bilang ya. Saya bentak orang tersebut dan mengucapkan sumpah serapah dan kata-kata kotor lainnya. Saat saya memarahi pelaku, pelaku mulai berkelit. “maaf mass, anda salah nomor ini di Jambi bukan RS X”. teleponnya langsung ditutup dan tidak dapat dihubungi kembali. Setelah diusut, ayah saya tidak pernah mengenal orang yang pertama kali mengaku temannya yang berada di Jakarta.
Untuk itu berhati-hatilah jika menerima telepon dari orang yang tidak dikenal dan banyak bertanya. Bisa jadi itu adalah pelaku yang sama sedang menjalankan aksinya
TINDAKAN PENCEGAHAN
1. Usahakan mendapatkan informasi tentang rekannya anak/istri/suami/maupun keluarga anda yang berada di dekatnya. Misal jika anda memiliki anak sedang kuliah di luar daerah, usahakan memiliki nomor telepon rekannya yang lain, terutama rekan tempat ia tinggal. Sehingga sewaktu-waktu terjadi kasus yang sama maka bisa diantisipasi
2. jangan cepat memberikan informasi tentang keluarga anda apapun informasinya pada orang yang tidak dikenal. Pelaku sangat lihai berbelit-belit dalam percakapan yang pada akhirnya merupakan obrolan untuk mengumpulkan informasi
3. jangan cepat panic jika mengalami hal serupa. Jika pelaku meninggalkan nomor telepon yang di klaimnya adalah nomor Telepon RS, anda jangan cepat percaya itu adalah nomor telepon yang benar. Segera hubungi 108 untuk mengetahui nomor telepon yang benar tentang RS tersebut.
This entry was posted
on Wednesday, April 8, 2009
at 5:23 AM
. You can follow any responses to this entry through the
comments feed
.