MODUS PENIPUAN BERKEDOK KEHILANGAN DOKUMEN BERHARGA  

Posted by Tsunami

Modus penipuan ini sedang tren di beberapa kota besar. Modus penipuan ini adalah pelaku membuat beberapa surat / dokumen berharga asli tapi palsu. Pelaku menscan contoh surat sertifikat tanah, dokumen SIUP dan termasuk cek yang jumlahnya mencapai milyaran rupiah. Cek tersebut berasal dari bank BRI. Sedangkan untuk sertifikat tanah, pelaku membuat sertifikat fiktif (palsu) yang isinya telah memiliki tanah seluas ratusan hektar di Papua. Untuk memuluskan aksinya, pelaku memasukan dokumen tersebut dalam amplop bertuliskan nama perusahaan fiktifnya dan mulai menjalankan aksinya.
Aksi yang biasa dilakukannya adalah membuang dokumen tersebut di tempat-tempat keramaian maupun di depan rumah penduduk yang menjadi target. Setelah membuang dokumen tersebut, pelaku tinggal menunggu jika ada yang berminat untuk mengembalikannya. Bagi orang awam yang belum mengerti, dokumen tersebut tentunya sangat penting bagi yang kehilangan. Selain itu, saat dibuka terdapat cek yang nilainya sebesar 4 milyaran dan siap dicairkan. Siapapun yang melihat pasti akan tergiur dan mulai berpikir, jika saya kembalikan dokumen tersebut saya pasti akan mendapatkan hadiah sangat besar karena oraang ini orang kaya.
Nah saat ada korban yang terjebak, korban menelepon pelaku (nomor teleponnya ada di SIUP). Pelaku menawarkan dana kompensasi sebesar 120 juta rupiah atau bahkan lebih jika korban mau mengembalikan dokumen tersebut. Dengan iming-iming tersebut, pelaku akan mengarahkan Korban untuk memberitahukan nomor SIUP yang ada di dokumen tersebut. Dengan banyak dalih dan obrolan-obrolan sok kaya tapi kosong melompong, pelaku akan mengarahkan korban untuk ke ATM. Ajakan tersebut seolah-olah pelaku (yang kehilangan dokumen) akan mentransfer uang ke tabungan korban (yang berhasil menemukan dokumen tersebut). Dengan perasaan senang, korban pasti akan menuruti semua perintah pelaku. Nah di mesin ATM, korban akan menelpon pelaku untuk mengkonfirmasi bahwa ia telah di ATM dan siap untuk menerima transfer.
Pelaku akan menanyakan apakah uang nya sudah masuk ke rekening korban atau belum. Jika di jawab belum, pelaku seolah-olah meminta tolong diperiksa lagi tabungannya. Nah saat inilah, pelaku mengarahkan korban untuk memasuki menu tabungan, terus mencek saldo. Pelaku menanyakan berapa saldo di tabungan tersebut. Jika saldo anda cukup besar, maka pelaku kemudian mengarahkan korban untuk kembali ke menu dan dengan kata-kata mendalih, pelaku meminta korban untuk menekan menu transfer. Korban yang masih merasa senang, akan menuruti saja perintah pelaku. Setelah menu transfer masuk, pelaku akan memberikan angka nominal seolah-olah itu adalah nilai transfer uang yang akan dikirimkan pelaku kepada korban. Setelah korban menekan “yes” tanda setuju untuk mentransfer, pelaku menutup pembicaraan dengan mengucapkan terimakasih dan memohon untuk mengirimkan dokumen tersebut kepada nya. Padahal uang korban telah di transfer ke rekening pelaku. Saat telepon di tutup, saat itulah kebanyakan korban merasa di tipu karena korban mengecek saldonya ternyata sudah habis.
TINDAKAN PENCEGAHANNYA
1. jika anda menemukan dokumen apa saja yang berharga, segera laporkan ke pihak yang berwajib. Biarkan pihak berwajib memprosesnya
2. apabila anda ingin mengembalikan dokumen tersebut, usahakan meneliti terlebih dahulu isi dokumen tersebut apakah asli atau bukan. Dokumen yang asli memiliki tanda-tanda sebagai berikut :
a. bahwa surat tersebut dibuat dengan bahan kertas yang bagus.
b. Kop surat berharga asli yang digunakan berwarna terang dan tidak buram, serta tidak terdapat bintik-bintik halus hasil scan computer. Surat yang palsu cirinya kebalikan dari ciri di atas
c. Dalam surat berharga asli Tanda tangan dan cap terlihat lebih natural dan tegas, sedangkan surat palsu, cap terlihat buram serta tandatangan tidak tebal.
d. Jika terdapat cek, lihat nomor seri cek apakah nomornya terlihat timbul atau hanya terlihat tulisan seperti cetakan biasa. Jika timbul itu asli dan ada tulisan tangan untuk nominalnya, sedangkan jika tidak timbul itu palsu. Selain itu pada bagian belakang, terdapat bintik-hitam halus yang mencirikan itu hasil scan
3. segera klarifikasi ke bank tempat cek tersebut di keluarkan. Contoh, jika cek tersebut dari bank BRI usahakan tanyakan ke bank tersebut apakah benar BRI telah mengeluarkan cek tersebut.
4. Jangan terburu-buru senang di imingi hadiah ataupun uang jika berhasil mengembalikannya. Selalu waspada jika menemui hal tersebut diatas

This entry was posted on Wednesday, April 8, 2009 at 5:19 AM . You can follow any responses to this entry through the comments feed .

0 comments

Post a Comment